Jumat, 03 Desember 2010

rekening akuntansi indonesia-inggris

Kas (cash)
Piutang Usaha (account receiveable)
Persediaan (inventory)
Asuransi dibayar dimuka (prepaid Insurance)
Perlengkapan kantor (office supplies)
PPN masuk (VAT IN)
Tanah (land)
Gedung (building)
Kendaraan (car)
Akumulasi penyusutan gedung (accumulated depr.for.building)
Akumulasi penyusutan kendaraan (accumulated depr.for.car)
Peralatan (Equipment)
Akumulasi penyusutan peralatan (accumulated depr.for.equipment)
Hutang pajak (Tax payable)
Hutang gaji (wages payable)
Hutang usaha (account payable)
Beban yang masih harus dibayar (expanse payable)
PPN keluar (VAT OUT)
Modal saham (capital stock)
Retur penjualan (retured earning)
Deviden (dividend)
Penjualan (sales)
Harga pokok penjualan (COGS)
Beban gaji (wages expanse)
Rumah tangga kantor (office household)
Beban telepon dan listrik (teleph & Electricity Exp)
Beban asuransi (insurance expanse)
Beban piutang tak tertagih (bad dept expanse)
Beban perlengkapan (supplies expanse)
Beban penyusutan gedung (dep. Building expanse)
Beban peny kendaraan (dep. Car expanse)
Beban peny peralatan (dep. Equipment expanse)
Beban lain2 (other expanse)

Istilah-istilah akuntansi bagian II
Agio saham (additional paid-in capital)
Laba ditahan yang diappropisasi (appropriated retained earning)
Efek tersedia untuk dijual (avaiable-for sale securities)
Dewan direksi (board of directors)
Penggabungan Usaha (business combination)
Dapat ditarik (callable)
Deviden tunai (cash dividen)
Dapat dikonversi (convertible)
Metode biaya (cost method)
Saham preferen kumulatif (cumulative preferred stock)
Deriatif (deriative)
Waran pisah (deriative)
Tunggakan deviden (devidens in arrears)
Cadangan ekuitas (equity reserve)
Metode nilai wajar (fair value method)
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan (foreign currency translation adjustment)
Metode nilai interistik (interistic value)
Deviden saham dalam jumlah besar (large stock dividend)
Dviden likuidasi (liquidating dividend).

Istilah-istilah penting akuntansi II bagian 1
Aktiva operasi tidak lancar (noncurrent operating assets)
Aktiva tak berwujud (intangible assets)
Biaya pengembangan software (software development cost)
Biaya yang di kapitalisasi (capitalized assets)
Goodwill
Goodwill negatif (negative goodwill)
Kelayakan teknologi (technological feasibility)
Kewajiban penghentian aktiva (asset retirement obligation)
Komponen(component)
Metode biaya penuh (full cost method)
Metode pembelian(purchase method)
Metode usaha yang berhasil (successful effors method)
Pembaruan (ranewals)
Pembelian secara paket (basket purchase)
Pemeliharan (maintenance)
Penambahan (additions)
Penelitian (research)
Penelitian dan pengembangan (research and development)
Penemuan (discovery)
Pengembangan (development)
Penggantian (replacement)
Perbaikan (repair)
Rasio perputaran aktiva tetap (fixed assets turnover ration)
Sewa guna usaha koperasi (operating lease)
Sewa guna usaha modal (capital lease)
Sumbangan (donation)
Aktiva sejenis (similar asset)
Aktiva tidak sejenis (dissimilar assets)
Amortisasi (amortization)
Deplesi (depletion)
Kerugian (loss)
Kerugian yang diindikasikan (indicated loss)
Keuntungan (gain)
Keuntungan ditangguhkan (deferred gain)
Nilai buku (book value)
Nilai residu/sisa (residual/salvage value)
Penurunan nilai (impairment)
Penyusutan garis lurus (straight line depreciation)
Penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation)
Penyusutan (depreciation)
Penyusutan faktor pemakaian (use-factor depreciation)
Penyusutan faktor waktu (time-factor depreciation)
Penyusutan gabungan (composite depreciation)
Penyusutan jam sisa (service-hours depreciation)
Penyusutan jumlah angka tahun (sum-of-the years-digit depreciation)
Penyusutan jumlah unit produksi (productive-output-depreciation)
Penyusutan kelompok (group depreciation)
Penyusutan per unit (unit depreciation)
Penyusutan saldo menurun (declining balance depreciation)
Penyusutan saldo menurun ganda (double-declining-balance-depreciatoin)
Sumber daya alam (natrual resources)
Anak perusahaan (subsidiary company)
Kendali (control)
Laporan keuangan konsolidasi (consolidated financial statement)
Metode ekuitas (equity method)
Pengaruh signifikan (significant influence)
Induk perusahaan (parent company)
Efek ekuitas (equity securities)
Efek metode ekuitas (equity method securities)
Efek hutang (debt securities)
Efek yang dimiliki hingga jatuh tempo (held-to-maturity securities)

Istilah-istilah Penting Akuntansi II bagian 2
Opsi pembelian murah (bargain purchase option)
Opsi pembaharuan murah (bargain renewal option)
Sewa guna usaha modal (capital lease)
Sewa guna usaha pendanaan langsung (direct financing lease)
Biaya pelaksanaan (executory costs)
Nilai sisa atau nilai residu yang dijamin (guaranteed residual value)
Tingkat bunga implisit (implisit interest rate)
Tingkat bunga meningkat atau inkremental (incremental interest rate)
Biaya langsung awal (initial direct cost)
Sewa guna usaha (lease)
Masa sewa guna usaha (lease term)
Penggunaan aktiva sewa guna usaha (lease)
Pemilik aktiva sewa guna usaha (leasor)
Pembayaran minimum sewa guna usaha (minimum lease payment)
Tidak dapat dibatalkan (noncancelable)
Sewa guna usaha penjualan (sales-type leases)
Nilai sisa atau nilai residu yang tidak dijamin (unguaranteed residual value)
Penjualan dan penyewaan kembali (sale-leaseback)
Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pajak antarperiode (assets and liability method of inter period tax allocation)
Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
Tarif pajak efektif (effective tax rate)
Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
Alokasi pajak antarperiod (inter period tax allocation)
Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryforward)
Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
Perbedaan temporer (temporary differences)
Penyisihan penilaian (valuation allowance)

Istilah-istilah Penting Akuntansi II bagian 3
- Metode aktiva dan kewajiban untuk alokasi pajak antarperiode (assest and liability method of inter period tax allocation)
- Perbedaan temporer yang boleh dikurangkan (deductible temporary differences)
- Tarif pajak efektif (effective tax rate)
- Laba akuntansi atau laba keuangan (financial income)
- Alokasi pajak antarperiode (interperiod tex allocation)
- Rugi operasi bersih (net operating loss [NOL] carryback)
- Perbedaan permanen atau beda tetap (permanent differences)
- Laba kena pajak atau laba fiskal (taxable income)
- Perbedaan temporer kena pajak (taxable temporary differences)
- Perbedaan temporer (temporary differences)
- Penyisihan penilaian(valuation allowance)
- Akumulasi kewajiban imbalan (accumulated benefit obligation-ABO)
- Beban pensiun periodik bersih (net periodic pension expense)
- Biaya jasa (service cost)
- Biaya jasa lalu (prior service cost)
- Biaya pensiun dibayar dimuka/masih harus dibayar (prepaid/accured pension cost)
- Biaya pensiun yang ditangghkan (deferred pension cost)
- Dana pensiun (pension fund)
- Keuntungan atau kerugian pensiun (pension gain or loss)
- Keuntungan atau kerugian pensiun bersih yang belum diakui (unreconized net pension gain or loss)
- Kewajiban pensiun minimum (minimum pension liability)
- Kewajiban pensiun tambahan (additional pension liability)
- Imbalan pascapensiun selai pensiun (postretirement benefit other then pensions)
- Imbalan yang sudah menjadi hak (vested benefits)
- Nilai dana pensiun yang terkait pasar (market-ralated value of the pension fund)
- Nilai sekrang aktuarial (actuarial present value)
- Nialai wajar dana pensiun (fair value of the pension fund)
- Kurtailmen (penciutan) dalam program pensiun (curtailment of the a pension plan)
- Penyelesaian program pensiun (settlement of a pension plan)
- Periode jasa yang diharapkan (expected service period)
- Program pensiun (pension plan)
- Program pensiun dan kontribusi (iuran) pekerja (contributory pension plan)
- Program pensiun iuran pasti (difined contribution pension plans)
- Program pensiun imbalan pasti (difined benefit pension plans)
- Program pensiun pemberi kerja tunggal (single-employer pension plans)
- Program pensiun tanpa kontribusi (iuran) pekerja (noncontibutory pension plans)
- Proyeksi kewajiban imbalan (protected benefit obligation-PBO)
- Tanggal memenuhi syarat penuh (full eligibility date)
- Tingkat bungan penyelesaian (settlement interest rate)
- Tingkat pengembalian aktual dari dana pensiun (actual return on the pension fund)
- Tingkat pengembalian yang diharapkan dari dana pensiun (expected return ofn the pension fund)

Kamis, 29 Juli 2010

Mercon atau Tabung Gas???

Bulan Ramadhan pun kian dekat tiba,,,
kita pun turut bergembira dalam menyambut datangnya Bulan nan suci tersebut...
tetapi rakyat Indonesia tidak bisa bergembira dikarenakan harga kebutuhan-kebutuhan pokok melonjak mahal... disamping itu, masalah tabung gas elpiji yang kian memberi sindrom takut kepada masyarakat... banyaknya ledakan tabung gas elpiji dan membawa banyak korban fisik maupun materi. masyarakatpun kian was-was menggunakan tabung bom tersebut,,,,

si-racil dalam banyolannya... "Alhamdulillah Bulan Ramadhan sebentar lagi,, hmmmm,,persiapan apa ya aq??? oh ya,,,Aq mau beli petasan/mercon aja deh,ntar aq nyalain waktu hbs sholat terawih ato waktu bangunin orang sahur ma temen2. (berpikir sejenak)...haduh,iya mercon kan dilarang oleh pemerintah waktu Ramadhan,alasannya ntar bikin bencana/meletus kena orang,jd masalah deh,,,apalagi mercon biasanya dirazia tuh ma Satpol PP,,jd jarang yg jual,,,huhuhuhuh,,hikz hikz,,, (muncul ide) ah,,pake aja tabung gas elpiji kan ledakannya lumayan keras tuh,jd seru deh,,, byk yg jual,,nggak dirazia pula,,,biarin deh byk korbannya,,,pemerintah santai2 aja tuh,,dan tidak dilarang peredarannya..."

Sabtu, 17 Juli 2010

oh...bahasaku... Bahasa Indonesia

“Bahasa Indonesia dalam tingkatan sekarang ini belum sanggup melahirkan segala rasa pemakai seperti bahasa daerah. Apakah bahasa Indonesia akan mencapai tingkatan itu, hal itu bergantung pada pemakaian bahasa Indonesia dalam masyarakat. Bila bahasa Indonesia mengalami pemakaian dalam rumah tangga, jadi sebagai bahasa ibu disamping bahasa daerah, mengalami pemakaian dalam pergaulan sehari-hari, tingkatan itu kiranya akan tercapai “

Sabtu, 10 Juli 2010

Kemiskinan Merajalela

Kemiskinan merupakan masalah sosial laten yang senantiasa hadir di tengah-tengah masyarakat, khususnya di negara-negara berkembang. Kemiskinan bukanlah sesuatu hal yang mudah dirumuskan. Kemiskinan sebagai suatu gejala ekonomi sangat berbeda dengan konsep kemiskinan dilihat dari gejala sosial. Ekonomi kemiskinan merupakan suatu gejala yang terjadi di sekitar lingkungan penduduk miskin dan biasanya dikaitkan dengan masalah rendahnya pendapatan. Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global. Sebagian orang memahami istilah ini secara subyektif dan komparatif, sementara yang lainnya melihatnya dari segi moral dan evaluatif, dan yang lainnya lagi memahaminya dari sudut ilmiah yang telah mapan.

Kemiskinan dipahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencakup:

* Gambaran kekurangan materi, yang biasanya mencakup kebutuhan pangan sehari-hari, sandang, perumahan, dan pelayanan kesehatan. Kemiskinan dalam arti ini dipahami sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
* Gambaran tentang kebutuhan sosial, termasuk keterkucilan sosial, ketergantungan, dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat. Hal ini termasuk pendidikan dan informasi. Keterkucilan sosial biasanya dibedakan dari kemiskinan, karena hal ini mencakup masalah-masalah politik dan moral, dan tidak dibatasi pada bidang ekonomi.
* Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan yang memadai. Makna "memadai" di sini sangat berbeda-beda melintasi bagian-bagian politik dan ekonomi di seluruh dunia.